Tampilkan postingan dengan label Galery Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galery Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

Belahan Jiwa

Mau tahu seperti apa karakter dasar anda? Coba perhatikan orang-orang yang anda akrabi. Apakah anda merasa pas berada bersamanya? Merasa cocok banget dalam banyak hal? Serasa klop gitu deh…

Bila ada karakter dasar yang kurang pas, biasanya muncul masalah.

Bila masalahnya bisa ditolerir, hubungan masih bisa terjalin, namun kualitas hubungan sudah berbeda.

Makanya tak jarang pasangan suami istri bermasalah, karena dia tidak mendapatkan pasangan sebagai cermin karakternya. Akhirnya gak klop terus.

Akibatnya? Mereka melakukan toleransi atas nama pernikahan dan anak, walau dengan kualitas rasa yang sudah bergeser.

Bagi mereka yang toleransinya sudah sampai ambang batas, tak jarang mereka mengambil keputusan berpisah.

Bekasi, 25 Januari 2010
Ermalen Dewita

Jumat, 19 November 2010

Kesetiaan Adalah Cinta Terindah

Siapa yang suka lagu "Jangan Memilih Aku" yang dinyanyikan Anang dan Syahrini? Salah satu syairnya begini "Jangan memlih aku, bila kau tak sanggup setia. Kau tak mengerti aku, diriku, yang pernah terluka"

Bukti terpenting dari cinta adalah KESETIAAN. Tak ada cinta tanpa kesetiaan” kutipan catatan Mas Arvan Pradiansyah.

Kesetiaan adalah cinta terindah. Anda bisa berkata cinta sebanyak-banyaknya pada siapa saja. Tapi seberapa setia Anda pada orang yang dicintai? Itulah nilai cinta yang sesungguhnya.

Cinta bukan untuk sekedar diekspresikan. Cinta bukan sekedar Anda berkata "I love u". Tanpa berkata pun, cinta itu sudah ada dan akan tetap ada karena sebuah kesetiaan.

Persis seperti sifat setianya Tuhan pada kita. Walau Tuhan kita khianati, kita berpaling, Tuhan tetap cinta dengan samudera maaf Nya. Walau Tuhan kita tinggal kan, namun ketika kita kembali, Tuhan selalu mencintai kita apa adanya, dengan samudera maaf Nya. Tuhan tidak pernah meminta kesetiaan dari kita, tapi kita butuh kesetiaan Nya agar tetap bersama kita.

Jangan memilih aku, bila kau tak sanggup setia, karena kesetiaan itu adalah cinta terindah, seperti cinta Tuhan pada ciptaan Nya...

Love & Faithful
Ermalen Dewita

Jumat, 22 Oktober 2010

Keheningan Diri

Hanya pikiran jernih yang mampu melihat secara jelas dan membedakan dengan tegas setipa warna dalam kehidupan.

Kejernihan jiwa terbangun dari keheningan dalam diri, walau seramai apapun kehidupan di luar diri.

Hening itu damai, hening itu bahagia

Bekasi, 23 Oktober 2010
Ermalen Dewita

Rabu, 20 Oktober 2010

Senyum

"Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini. Berusaha lah agar Dia tersenyum" petikan syair lagu Mas Ebiet G Ade.

"Sudahkah kita tersenyum? Kalau belum, mari lakukan dengan cara kita tersenyum pada ciptaan Nya sambil bersyukur. Bukankah syukur adalah wujud terimakasih kita pada Sang Pencipta?

Bekasi, 21 Oktober 2010
Ermalen Dewita

Jumat, 08 Oktober 2010

Kemauan

Ketika di bandara, saya berkenalan dengan seseorang. "Oh ternyata dia berasal dari Jepang dan hanya 5 hari berada di Indonesia, untuk mengambil objek foto menarik" setelah kami berbincang.

Perbincangan kami berlangsung seru. Karena speaking Englishnya ala Jepang sementara speaking Englishku pas-pasan. Namun komunikasi kami tetap berjalan.

"Semua bisa dilakukan, tergantung niat dan kemauan, mau atau tidak melakukannya"

Bekasi, 09 Oktober 2010
Ermalen Dewita

Kamis, 07 Oktober 2010

Berdebat Itu Merugikan

Pernah berhadapan dengan orang yang suka berdebat? Andaikan kita berada di antara orang yang tengah berdebat itu, lalu menonton mereka berdebat, kira-kira apa yang ada di benak kita melihat perdebatan tersebut?

Apakah sebagai penonton kita lihat ada pihak yang kalah dan menang? Atau kedua belah pihak merasa menang semua?

Sering kita perhatikan, ketika berdebat, kecenderungan kedua pihak merasa menang semua. Kalaupun akhirnya ada juga yang mengalah, cenderung berujung menyisakan 'rasa' yang tidak nyaman.

Kalaulah berdebat itu seperti itu keadaannya, apa untungnya kita lakukan? Bukankah hanya membuang energi untuk sesuatu yang tidak penting? Daripada energi kita terbuang percuma, jadi untuk apa perdebatan itu dilakukan?

*Saling memahami dan mengerti itu sebuah toleransi yang sangat indah. Karena ada ruang kita untuk saling tumbuh dalam proses meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Nya"


Bekasi, 08 Oktober 2010
Ermalen Dewita

Rabu, 29 September 2010

Rahasia Mendapatkan Uang

‎"Uang itu ada di mana-mana untuk tinggal kita jemput" begitu salah satu pendapat sahabat trainer. Awalnya saya tidak percaya, namun penasaran juga.

Sampai akhirnya, dua tahun kemudian, saya bertemu dengan orang yang hidupnya seakan memetik uang. Baru ku pahami makna kalimat sahabat tersebut. "Ya, prinsip itu berlaku bagi mereka yang tahu caranya. Bila menjadikan hidup ini sebagai ibadah, maka uang akan ditemukan di mana saja, kapan saja dan dari berbagai arah".

"Selamat menikmati hidup ini sebagai ibadah kepada Allah" :)

Bekasi, 30 September 2010
Ermalen Dewita

Kamis, 23 September 2010

Rumus Sukses

Tidak perlu dapat pujian untuk menjadi tumbuh. Tidak perlu tepuk tangan untuk menjadi hebat...

"Kesuksesan sejati diraih dari seberapa mampu kita mengelola kelebihan dan kekurangan diri sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara"...

"Orang sukses tidak pernah berkata dirinya sukses, dia cukup bersyukur dari apapun yang diterima"... :)

Bekasi, 24 September 2010
Ermalen Dewita

Senin, 20 September 2010

Cinta Tanpa Syarat

Kekuatan cinta tanpa syarat, ibarat cinta Allah kepada hamba Nya. Walau kadang dilupakan, namun Dia selalu memberi tanpa pernah meminta balasan...

Pertanyaan "Sudahkah anak-anak dan pasangan kita berikan cinta tanpa syarat? Coba jawab jujur dari hati dengan jiwa terbuka"...

Ermalen Dewita
Bekasi, 21 September 2010

Minggu, 25 Juli 2010

Kebutuhan Jiwa

Pikiran adalah lentera jiwa. Untuk memperterang jiwa, maka benahilah pikiran. Cara membenahi pikiran mulai dengan mengarahkannya ke arah yang jelas dengan cara yang benar, sesuai tuntunan keimanan.

Dari pikiran yang jelas lah kita akan mampu membuat batas tegas antara hitam dan putih, sehingga jadi manusia yang tegas pula membedakan antara kebenaran dengan kebathilan

Sabtu, 17 Juli 2010

Pasangan Hidup

Pasangan hidup… tidak sekedar dia menginginkanmu dan kamu menginginkan...

Pasangan hidup adalah pembimbing terbaikmu agar kamu makin mengenal diri sehingga kamu makin mengenal Tuhanmu…

Pasangan hidup adalah guru terbaik yang memberimu teladan bagaimana caranya memelihara perasaan cinta, menjaga hati dan diri sehingga kamu dapat menjadi pendamping terbaik dalam hidup...

Pasangan hidup adalah partner terbaikmu, mulai sebelum hadirnya buah cintamu, sampai mereka lahir, tumbuh dan berkembang…

Pasangan hidup adalah pelayan terbaikmu, sehingga dari layanan yang dia berikan, kamu belajar melayani dia lebih baik dari yang dia berikan...

Pasangan hidup adalah orang yang memberimu teladan, bagaimana caranya memberi manfaat kebaikan, sehingga hidupmu menjadi lebih bermanfaat untuk banyak orang

Berbahagialah pasangan hidup yang membangun mahligai rumah tangga berlandaskan cinta dari rasa ikhlas nan utuh, dari sebuah rasa syukur... karena Allah menghadirkan dia untukmu dan kamu untuknya... sehingga kalian tetap saling jadi imam dan makmum terbaik... mulai dari mengajak sholat sampai kamu nanti disholatkan... Allahu Akbar...

Catatan Kamis 07 Mei 2009 : For My Dear Birthday
Ermalen Dewita

Rabu, 14 Juli 2010

Taubat

Kekuatan hadir ketika kita terasa lemah di hadapan Nya, dengan muka yang dibasuh oleh airmata taubat. Air mata yang mengalir deras karena tersadar dari mimpi-mimpi indah dunia yang melenakan. Yang mengingatkan kembali jalan yang benar, yaitu jalan yang diberi nikmat atas mereka...

Walau air mata taubat belum tentu dapat membasuh semua noda dan dosa, namun Dia Maha Pengampun lebih tahu apa yang ada di dalam hati kita

Senin, 12 Juli 2010

Berserah

Melangkahkan kaki untuk mengisi hidup dengan berserah. Hanya Dia lah tempat meminta.

Berserah bukan berarti menunggu. Berserah adalah dengan take action now. Berserah itu langkah nyata.

Kalau berserah hanya dengan menunggu, sama saja berharap pada hujan turun dari langit. Ya kalau hujannya turun, kalau tidak? Hayo mau apa? Hehehe...

Minggu, 17 Januari 2010

Obat Lelah

Sengaja berada dalam keheningan dan kesunyian dapat mengobati kelelahan jiwa, karena pada kondisi tersebut kita hanya terhubung dengan dunia dalam, tidak lagi dengan dunia luar.

Terlalu banyak terhubung dengan dunia di luar diri, mulai dari tuntutan diri, tuntutan orang lain, bahkan tuntutan dunia, membuat jiwa terabaikan, tanpa sadar kita telah mengabaikan keberadaan Dia yang mengenggam jiwa kita. Akibatnya muncullah kelelahan bahkan sakit secara fisik dan mental.

Keheningan dan kesunyian tidak sama dengan menarik diri dari kehidupan dunia, lalu tidak keluar rumah bahkan pergi ke tempat sepi dan sunyi untuk menyendiri. Keheningan dan kesunyian untuk obat lelah adalah bagaimana kita selalu terakses dengan Allah, Tuhan Pencipta alam semesta, kapanpun dan dimanapun berada

Sabtu, 16 Januari 2010

Mensikapi Musibah

Dulu ketika ditimpa musibah, saya berpendapat “Tertimpa musibah adalah karena perbuatan sendiri. Jadi koreksi saja diri sendiri”.

Mari kita renungi... Apakah mungkin seseorang yang ditimpa musibah mengkoreksi diri sendiri. Wong pikiranya saja mungkin sedang buntu dan tidak bisa berpikir, boro-boro mau koreksi diri.

Ketika saya diskusi tentang sehat dan sakit dengan guruku, Beliau bertanya ke saya “Ketika kamu sakit, kamu berusaha untuk sembuh, ketika kamu sehat ada gak yang kamu usahakan?”. Masih dalam keadaan merenungi pertanyaan tersebut Beliau menjelaskan “Sakit dan sehat itu ya dinikmati saja. Tentu ada maksud Allah menganugerahi semua itu”.

Awal mendengar penjelasan Beliau, rasanya tidak masuk akal buatku. Dengan berjalannya waktu, pendapat Beliau akhirnya saya setujui sebagai pemahaman.

Ya, sakit dan sehat perlu disyukuri. Kenapa? Karena Allah sangat menyayangi kita. Saking sayangnya, ketika kita lupa dengan kesehatan diri, kita diingatkan dan dianugerahi sakit. Agar kita tidak malas dan semaunya, didatangkanlah pendidik hebat yang berjiwa menghina, memaki, dll, agar kita lebih giat dan rajin untuk meraih keberhasilan.

Jadi, ketika ada musibah atau mendapat perlakuan seburuk apapun, tetaplah berterimakasih dan bersyukur, karena suksesmu ada di situ.

Persaingan Bisnis

Jalan itu sudah ada, tinggal melewatinya. Walaupun kita berbelok, akan kembali ke jalan yang telah ditentukan. Rejeki datang dari Allah, nyawa kita pun berada dalam genggaman Nya ”Nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang akan kamu dustakan?

Menjalani bisnis memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Namun Sang Punya Rejeki telah memberi pesan ”Aku sesuai prasangka hamba Ku”. Bila kita berprasangka baik kepada Nya, maka kebaikan lah yang didapatkan. Apabila kita berprasangka buruk, maka keburukan lah didapatkan. Bukankah siapa yang menanam itu yang menuai? Menanam persaingan dalam bisnis, persaingan lah yang akan didapatkan. Bila menanam kerjasama dalam bisnis bahwa kita hidup saling melengkapi, maka kasih sayang lah didapat.

Bila kita percaya penuh kepada Nya, atas keberadaan Nya yang telah menyediakan jalan rejeki untuk kita, tidak akan ada rasa persaingan apapun dalam bisnis ataupun kehidupan. Rasa persaingan muncul karena ketidakpercayaan pada kemampuan diri, untuk menutupi sikap tersebut, akhirnya merendahkan orang lain, menganggap orang lain ”Bisa apa sih, bertanya ke gue aja kok ya mau bisnis”, dll. Dan makna lebih dalam lagi, rasa persaingan muncul karena tidak percaya akan ketentuan Nya. Padahal jalan itu sudah ada, sudah disediakan Nya. Tapi mata hati kita seakan buta, maka ”Nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang akan kamu dustakan?”

Kekuatan Jiwa

Selama mencintai kesemuan...
Tidak akan pernah mendapatkan kenyataaan...


Banyak orang kaya, harta berlimpah, tapi mereka tidak bahagia. Banyak orang hidup sederhana dan seadanya, tapi mereka bahagia. Namun ada juga yang kaya dan berlimpah harta, hidupnya bahagia. Jadi sebenarnya apa yang membedakan mereka?

Hasil belajar dari banyak guru kehidupan, yang membedakan mereka hanya satu, yaitu pilihan hidupnya. Mereka akan kaya berlimpah harta dan hidup bahagia setelah mengikuti the soulnya. Selama belum bertemu the soulnya, akan hidup di perjalanan yang semu, akan terus mencari dan mencari.

Pertanyaan muncul, sampai kapan mencari? Kalau masih ada kesempatan untuk menemukan, bila saat pencarian belum selesai lalu Pemilik Nyawa memanggil, akan kah hidup dalam kondisi penasaran akibat belum bertemu apa yang dicari? Padahal Dia telah mengingatkan "Aku lebih dekat dari urat nadimu", jadi untuk apa selalu dicari keluar diri?

Sabtu, 09 Januari 2010

Penyakit Mental Akut

Pernahkah Anda mengalami kasus diperlakukan tidak adil dalam kehidupan? Apabila pernah, mari simak apa yang disampaikan sang bijak berikut...

"Kecendrungan masyarakat kita, terlalu mudah memvonis terhadap sebuah informasi, apalagi informasi tersebut menyangkut orang lain yang dikatakan begini begitu. Padahal informasi yang diterima hanya sepihak, dan informasi sepihak tersebut, tidak pernah dilakukan kroscek dan konfirmasi pada yang bersangkutan. Kalaupun dikroscek, tidak langsung pada yang bersangkutan, tapi pada orang lain yang sesama dapat informasi sepihak.

Akibatnya apa, ada pihak yang diperlakukan tidak adil, divonis tanpa tahu dia salah apa. Ditambah lagi informasi bergulir dari mulut ke mulut, tanpa hitam di atas putih, jadilah berkembang fitnah. Yang parahnya lagi, untuk mendukung vonis tersebut, dilakukan lah berbagai cara agar bisa berjamaah. Akibatnya, mulai muncul banyak pihak yang menyalahkan akibat informasi sepihak.

Itulah penyakit mental akut yang mewabah di masyarakat kita. Begitu pesan sang bijak.

Apakah saya dan Anda termasuk yang punya penyakit mental seperti ini? Apakah saat ini Anda menyadari bahwa penyakit ini diderita bahwa saya atau Anda telah memvonis orang dari informasi sepihak? Bila iya, saya atau Anda bisa saja minta maaf pada yang bersangkutan, minimal Anda minta maaf untuk diri sendiri pada Allah. Semoga pintu maaf masih terbuka...

Bila saya dan Anda tidak menyadari punya penyakit mental seperti ini, semoga suatu hari nanti kesadaran itu ada, dan pintu maaf dari Allah masih terbuka lebar sambil beristigfar "Astagfirullahal'aziim"...

Sepahit apapun kebenaran wajib ditegakkan walau kebenaran itu datang belakangan dan tegak dengan sendirinya... Semoga Allah mengampuni kita semua, baik dari penyakit yang disadari maupun yang tidak disadari, amin...

Salam dari jiwa :)
Ermalen Dewita
Lentera Jiwa Institute

Belajar Dari Kehidupan

Experience is the best teacher. Kata-kata bijak ini merupakan salah satu kalimat favorit jaman kuliah yang memprovokasi hidup saya. Ketika menghadapi dunia nyata yang bernama lapangan kerja kemudian meningkat masuk ke rumah tangga yang dihadapi bersama pasangan dan anak-anak, lalu ada komunitas binaan baik yang dibina langsung maupun tidak, ternyata kalimat favorit tersebut mulai bergeser. Tidak cukup sekedar experience is the best teacher, but each of the visit is the best teacher, yaitu kehidupan.

Kenapa saya katakan each of the visit is the best teacher? Beberapa pengalaman saya datang ke komunitas binaan kami, ada saja kasus anak-anak dan orang tua yang dihadapi. Mulai wujudnya menyenangkan hati dan pikiran sampai menyempitkan hati dan pikiran. Mulai ada yang solusinya cepat sampai ada yang bertele-tele...

Awal menghadapi masalah seperti ini ketika tahun 2006, saya merasa tidak berdaya. Latar belakang saya dari dunia kerja profesional membuat saya hampir give up. Apalagi selama bekerja di dunia profesional, sebagai General Manager suatu perusahaan, terbiasa mendidik saya bersikap profesional dan meminize konflik di pekerjaan. Saya merasa tidak sanggup dan tidak mampu berhadapan dengan setiap hari pro kontra antara mereka. Ditambah lagi bila ada komplain pada kami, wah... saya merasa berada di neraka dunia, namun neraka dunia yang saya ciptakan sendiri, hehehe...

Loh kok neraka dunia yang diciptakan sendiri? Yup. Bayangkan bila Anda mengorbankan banyak hal, mulai dari tenaga, waktu, pikiran, uang, dll... namun pengorbanan tersebut malah sarat konflik yang menguras lahir batin Anda, tapi Anda rela berkorban banyak hal untuk itu. Kalau bukan neraka dunia, kira-kira apa kata yang pas, hayo?

Badai pasti berlalu, musim pun berganti. Perjalanan give up tiap hari Alhamdulillah telah berlalu lama. Namun bukan berarti saat ini nol konflik. Hampir setiap hari masalah berupa keluh kesah, salah persepsi dll dari mereka. Namun tanpa sadar semua itu telah menumbuhkan jiwa saya. Banyak pembelajaran kehidupan yang dipetik dari mereka yang awalnya saya sangka neraka dunia saya ciptakan ternyata telah menjadi bagian guru kehidupan yang menumbuhkan jiwa.

Terimakasih untuk semua guru kehidupanku, karena kalian aku tumbuh... salam dari jiwa :)

"Grow up our inner soul" suara Tuhan ada di situ... :)"

Bekasi, 07 Januari 2010
Ermalen Dewita
Lentera Jiwa Institute

Merancang Jiwa Anak

Semua pasangan tentu bahagia menyambut hadirnya buah hati yang mengisi rahim istrinya. Saking bahagianya, setiap dua minggu sekali, di awal kehamilan melakukan kontrol perkembangan janin dalam perut ke dokter ahli kandungan yang ada di rumah sakit terbaik sesuai pilihan. Setelah janin berumur beberapa bulan, kontrol dilakukan setiap bulan, secara rutin. Terkadang saat kontrol ke dokter, minta foto hasil USG, lalu foto tersebut didokumentasikan, sebagai bukti kebahagiaan...

Menjelang kelahiran bayi, pasangan suami istri mempersiapkan keperluan untuk si bayi nanti, mulai dari kamar bayi, tempat tidur, perlengkapan tidur, pakaian, mainan, dll... Bahkan sudah mulai ada yang mencari asuransi untuk pendidikan anaknya kelak...

Setelah anak lahir, orang tua mulai sibuk memberikan makanan terbaik, fasilitas terbaik, perlakuan terbaik, dll untuk anaknya... Setelah mulai agak besar, orang tua pun mulai mencarikan pendidikan terbaik...

Semua persiapan dilakukan secara matang dan terencana, walau pada orang tua tertentu ada juga yang sama sekali tidak dipersiapkan. Ibaratnya mempunyai anak kan sudah naluri, jadi mulai dari kandungan sampai anak lahir tumbuh dan berkembang, difasilitasi sesuai naluri saja, tanpa persiapan apapun.

Tahukah anda, apa akibatnya ketika anak besar? Ternyata ada sesuatu yang bolong dalam hidupnya. Anak mencari-cari apa yang tidak dia dapatkan dan tidak diberikan orang tuanya. Orang tua hanya memberikan makanan, pendidikan, pakaian, dll... tanpa landasan. Akibatnya, anak terus mencari kebolongan tersebut.

Sayangnya, ketika anak mulai mencari, mengeksplorasi apa ingin dia temukan, orang tua malah melarang, yang berakibat putusnya sambungan neuron di otak anak. Seperti permainan cilukba misalnya, dimana anak main sembunyi-sembunyian dan ingin dicari, kalau mau dilihat lebih dalam, permainan tersebut merupakan cikal dasar pencarian spiritual seorang anak untuk kelak menemukan Tuhannya, tapi pernah kita memaknai permainan tersebut sebagai wujud asmaul husna? Pernah kah kita memaknai setiap apa yang dilakukan anak merupakan wujud nilai-nilai ketuhanan? Apakah kita melihat anak sebagai titipan Tuhan yang jiwanya perlu dijaga, dirawat dan dikembangkan... sehingga apapun cita-citanya kelak, adalah demi berada di jalan Nya.

Atau kita terlalu sibuk mengkhawatirkan masa depan anak, sehingga untuk mengobati kekhawatiran tersebut, dicarikan lah sekolah terbaik, les terbaik... tapi kita lupa merancang jiwa anak yang merupakan milik Nya... yang berasal dari Nya, hidup oleh Nya dan akan kembali pada Nya... Astagfirullahal'aziim...


Bekasi, 29 Oktober 2009
Ermalen Dewita
Terinspirasi dari penjelasan Pak Ary Ginanjar Agustian tentang Spiritual Parenting, Rabu 28 Oktober 2009